Merak, Banten,
Sorotan keresahan publik muncul terhadap pelayanan kapal penyeberangan KMP ALS ELISA milik PT Aman Lintas Samudra, yang beroperasi di lintas Merak – Bakauheni.
Dari hasil pantauan dan informasi yang dihimpun awak media, ditemukan adanya aktivitas oknum karyawan kapal yang menjalankan usaha pribadi di dalam kapal, seperti berjualan bakso dan minuman ringan kepada penumpang.
Bahkan, dalam dokumentasi yang diperoleh di area parkir kendaraan roda empat lantai dua, terdapat tulisan bertuliskan “Klo mau ngecas, boleh tapi bayar Rp10.000” — yang menjadi bukti keresahan publik atas dugaan pungutan tidak resmi di fasilitas publik tersebut.
Kapal KMP ALS ELISA diketahui berfungsi mengangkut kendaraan bermuatan barang serta penumpang, dengan perkiraan kapasitas sekitar 18 unit kendaraan dalam sekali perjalanan. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (12/11/2025) sekitar pukul 02.00 dini hari.
Selain itu, ruang VIP di kapal juga menjadi sorotan publik. Berdasarkan laporan penumpang, terdapat indikasi pungutan liar dengan tarif masuk ruang VIP sebesar Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak.
Harga makanan dan minuman di area tersebut pun dinilai tidak wajar, antara lain:
Pop Mie gelas: Rp30.000
Mie bakso / mie goreng: Rp25.000 per mangkuk
Minuman ringan: Rp15.000 per gelas
Kondisi ini dinilai menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa kapal serta berdampak pada menurunnya minat penumpang terhadap fasilitas kapal tersebut.
Publik berharap manajemen PT Aman Lintas Samudra dan pihak otoritas pelabuhan segera melakukan evaluasi serta penertiban terhadap oknum karyawan yang diduga melakukan pungutan liar dan aktivitas komersial pribadi di atas kapal penyeberangan.
(H.R )


Social Footer