Breaking News

SUARA PEKERJA TAMBANG RAKYAT: NILAI LANTING JEK MEMANG RATUSAN JUTA, NAMUN BUKAN BERARTI KAMI KAYA

SINTANG,– Indopers.Co.Id - 5 November 2026. Menanggapi ramainya pemberitaan terkait pertambangan rakyat yang menurut media dan pemerintah disebut sebagai Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kami masyarakat pekerja tambang menyampaikan isi hati kami.
Kami bukan penjahat. Kami hanyalah pekerja kecil yang setiap hari berjuang dengan risiko tinggi di lapangan.
Banyak pihak yang tidak mengetahui bagaimana perjuangan kami. Kami berangkat sebelum matahari terbit, bekerja di lumpur dan air, menghirup asap mesin, serta bertaruh nyawa tanpa jaminan keselamatan kerja. Tidak ada BPJS, tidak ada asuransi. Yang ada hanyalah harapan agar hari ini bisa membawa rezeki untuk keluarga di rumah.
Untuk dapat bekerja, kami harus berutang ke sana kemari. Berutang solar, berutang kebutuhan di warung, meminjam uang untuk sewa alat dan mesin. Semua itu kami lakukan demi tetap bisa bekerja.
Jika memperoleh hasil, utang dapat dibayar, anak bisa bersekolah, dan dapur tetap mengepul. Jika tidak memperoleh hasil, kami pulang hanya membawa utang baru.
Memang benar, satu unit lanting jek nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, hal itu bukan berarti kami kaya atau ada cukong dan pemodal besar di belakang kami. Itu merupakan kerja nekat kami. Untuk dapat memiliki alat tersebut, kami harus menjual aset, menggadaikan rumah, sepeda motor, dll. Semua kami pertaruhkan agar dapat bekerja untuk menghidupi keluarga.
Kami bekerja seperti ini bukan karena ingin kaya. Tetapi karena tidak ada pilihan lain. Mau bekerja apa lagi? Inilah satu-satunya keahlian yang kami miliki untuk menghidupi keluarga, ungkap salah seorang pekerja.
Kami sedih membaca berita yang selalu memojokkan kami dengan berlindung di bawah aturan hukum, tetapi tidak ada yang memikirkan bagaimana kami bisa hidup dan bagaimana anak-anak kami bisa bersekolah.
Oleh karena itu, kami memohon kepada semua pihak yang selama ini selalu membicarakan tentang PETI, mari bersama-sama mencari solusi bersama pemerintah.
Jangan hanya membicarakan soal penertiban dan penangkapan. Bicarakan juga nasib kami dan solusi untuk keberlangsungan hidup kami.
Kami masyarakat pekerja tambang rakyat siap untuk dibina, siap diatur, dan siap mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah, asalkan kami tetap diberikan ruang untuk hidup dan menghidupi keluarga kami.
Kami hanya ingin bekerja dengan tenang.
Pewarta: Stephanus Suwarjo
Sumber: Suara Masyarakat Pekerja Tambang Rakyat
© Copyright 2026 - INDO PERS