SUMENEP – Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja (FP UNIJA) terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Berbahan Ecoenzyme dari Limbah Organik Rumah Tangga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 3 September 2026 di salah satu rumah anggota PKK Kelurahan Kepanjin, Kabupaten Sumenep, dan diikuti oleh 20 orang anggota PKK. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan ecoenzyme sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sabun cuci tangan.
Tim PkM terdiri atas Dody Tri Kurniawan sebagai ketua, dengan anggota Ratih Yuniastri, Henny Dianawati, dan Dewi Wulansari. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Alfi Luthfana, Ulfiyatun Hasanah, dan Arini Ro'fah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga, tetapi juga diajak melakukan praktik pembuatan sabun cuci tangan berbahan ecoenzyme. Peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan, proses pencampuran, hingga pengemasan produk.
Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta berhasil memproduksi sabun cuci tangan berbahan ecoenzyme dalam dua varian aroma, yaitu lavender dan jeruk. Produk yang dihasilkan menjadi bukti bahwa limbah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Salah satu anggota PKK, Anis, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan sampah organik di lingkungan rumah tangga.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain untuk mengurangi sampah rumah tangga organik, juga mampu mengasah kreativitas anggota,” ujar Anis.
Sementara itu, Dody Tri Kurniawan, selaku ketua tim PkM, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja terhadap persoalan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja terhadap lingkungan, terutama dalam mendorong masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat,” ungkap Dody.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Pemanfaatan ecoenzyme menjadi produk sabun cuci tangan juga diharapkan dapat membuka peluang kreativitas dan pengembangan usaha berbasis lingkungan di tingkat rumah tangga maupun kelompok masyarakat.
Dody juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wiraraja yang telah memberikan dukungan moral dan finansial sehingga kegiatan PkM dapat terlaksana dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Wiraraja yang telah memberikan dukungan moral dan finansial sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna diharapkan dapat menjadi langkah sederhana menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di masyarakat.
Social Header