Breaking News

Cegah Jadi Korban maupun Pelaku Scam, Rutan Garut Perkuat Literasi Digital Warga Binaan


Garut ,( Indo pers.co.id).— Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Garut memperkuat pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui sosialisasi pencegahan scam dan penggunaan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) secara bijak, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gazebo Rutan Garut tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran warga binaan agar mampu memanfaatkan fasilitas komunikasi sesuai ketentuan serta terhindar dari risiko kejahatan digital.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut Muhammad Harun Al Rasyid dalam sambutannya menekankan pentingnya menggunakan fasilitas komunikasi yang tersedia secara bertanggung jawab. Akses komunikasi bagi warga binaan merupakan bagian dari pelayanan, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan aturan, keamanan, serta dampak terhadap diri sendiri dan orang lain.

Dalam konteks tersebut, warga binaan diberikan pemahaman bahwa penggunaan Wartelsuspas bukan sekadar sarana untuk berkomunikasi dengan keluarga, tetapi juga harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Amelia, pemilik akun media sosial Instagram @mahameru706 sekaligus penggiat anti-love scamming. Ia memberikan pemahaman mengenai berbagai modus scam, cara mengenali komunikasi yang mencurigakan, serta langkah pencegahan agar seseorang tidak mudah terjebak dalam penipuan berbasis komunikasi dan relasi di dunia digital.

Edukasi ini juga menyoroti dua sisi risiko. Warga binaan perlu memiliki kemampuan untuk mengenali modus scam agar tidak menjadi korban, sekaligus memahami batasan penggunaan sarana komunikasi agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat menjadikan mereka pelaku penipuan.

Bagi Rutan Garut, penguatan pemahaman tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga pembentukan pola pikir dan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Warga binaan didorong untuk menggunakan Wartelsuspas sesuai peruntukannya, menjaga etika komunikasi, serta menghindari percakapan atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Sebagai penguatan pembelajaran, pada akhir kegiatan Amelia membagikan buku kepada warga binaan. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan sekaligus memperkuat literasi warga binaan, sehingga pengetahuan mengenai pencegahan scam, kewaspadaan dalam berkomunikasi, serta penggunaan sarana komunikasi secara bijak dapat terus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Rutan Garut terus mendorong pemanfaatan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi yang aman, tertib, dan bertanggung jawab, sekaligus membekali warga binaan dengan literasi agar mampu melindungi diri dari kejahatan digital dan tidak terjerumus menjadi pelaku.(Ayi Ahmad)

#Kemenimipas #DitjenPAS
#KanwilDitjenpasJabar #RutanGarut
#PemasyarakatanPastiBermanfaatuntukMasyarakat
© Copyright 2026 - INDO PERS