SUBANG Indopres
Ratusan masyarakat pesisir pantai utara (Pantura) Jawa Barat tumpah ruah di kawasan Muara Blanakan. Gelaran puncak Syukuran Nelayan ke-59 yang diselenggarakan oleh Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) KUD Mina Pajar Sidik Blanakan berlangsung meriah, khidmat, dan sarat dengan kehangatan tradisi lokal.
Mengangkat tema "Merawat Budaya dan Tradisi serta Mensyukuri Rezeki", perayaan tradisi ruwat laut tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki hasil laut, sekaligus momentum untuk mempererat solidaritas antar-nelayan.
Rangkaian acara yang berlangsung selama beberapa hari ini ditutup dengan ritual utama, yaitu pelepasan atau larung dongdang (miniatur kapal) ke tengah laut. Dongdang yang dihiasi janur kuning dan berisi aneka hasil bumi serta kepala kerbau tersebut diarak dari muara sungai menuju perairan lepas, diiringi oleh ratusan perahu nelayan yang dihias penuh warna.
Suara tabuhan musik tradisional, sorak-sorai warga, serta deru mesin perahu membahana di sepanjang muara. Para nelayan bersama keluarga mereka tampak antusias menyusuri perairan, menegaskan eratnya hubungan kebudayaan antara masyarakat Blanakan dengan wilayah perairannya.
Ketua KUD Mina Pajar Sidik Blanakan menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
"Merawat tradisi ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para leluhur sekaligus upaya menjaga identitas budaya Blanakan. Namun yang terpenting, ini adalah momentum kita untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan kepada para nelayan saat melaut," ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Tak hanya kental dengan nilai religius dan adat, peringatan ulang tahun ke-59 ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Berbagai bazar UMKM, pameran produk olahan ikan, pertunjukan seni budaya Sunda, hingga panggung hiburan rakyat digelar untuk memanjakan warga lokal maupun wisatawan yang datang dari luar Kabupaten Subang.
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi KUD Mina Pajar Sidik dalam menjaga kelestarian tradisi pesisir ini. Syukuran Nelayan Blanakan dinilai telah menjadi salah satu aset wisata budaya unggulan Subang yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Memasuki usia yang ke-59, KUD Mina Pajar Sidik diharapkan terus menjadi benteng ekonomi bagi para nelayan Blanakan. Melalui momentum syukuran ini, para nelayan berharap hasil tangkapan di laut semakin berlimpah, harga jual ikan tetap stabil, serta keselamatan senantiasa menyertai mereka dalam mengarungi samudra.
Pesta rakyat pun ditutup dengan doa bersama, memanjatkan asa agar pesisir Blanakan selalu diberkahi kedamaian, kesejahteraan, dan kelestarian alam yang terjaga hingga generasi mendatang.(Iyus)
Social Header