Pamekasan — Warga Desa Rekkerrek, Dusun Laok, mengeluhkan robohnya sebuah jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat setempat. Jembatan tersebut ambruk yang di duga menggunakan material yang tidak sesuai standar atau abal-abal.
Peristiwa robohnya jembatan itu terjadi baru- baru ini dan langsung menghambat aktivitas warga.
Jembatan tersebut merupakan penghubung vital yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju area pertanian, sekolah, dan pusat perekonomian desa.
Menurut keterangan beberapa warga, kondisi jembatan sebenarnya sudah terlihat mengkhawatirkan sejak beberapa bulan terakhir. Struktur penyangga tampak retak dan beberapa bagian lantai jembatan mulai rapuh. Namun, belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan hingga akhirnya jembatan tersebut roboh.
Kami sudah khawatir sejak lama karena kayu dan besinya terlihat tipis dan mudah lapuk. Sekarang benar-benar roboh dan kami kesulitan beraktivitas,” ujar salah satu warga setempat.
Warga menduga material yang digunakan dalam pembangunan jembatan tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi bangunan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang dikabarkan cukup besar.
Akibat robohnya jembatan, warga kini harus memutar lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka. Anak-anak sekolah dan para petani menjadi pihak yang paling terdampak karena harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan kurang aman.
Masyarakat Desa Rekkerrek Dusun Laok berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan investigasi serta membangun kembali jembatan dengan kualitas yang lebih baik dan sesuai standar. Mereka juga meminta adanya transparansi dalam penggunaan anggaran pembangunan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait penyebab pasti robohnya jembatan tersebut.
Namun untuk sementara waktu jembatan tersebut mengunakan bambu untuk memperlancar aktivitas warga.namun meski demikian jembatan sementara itu sangat membahayakan.
( Does)


Social Footer