Kedungbendo, 28 Februari 2026 — Kelompok 20 Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Pacitan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami pada Sabtu (28/2) bertempat di Balai Dusun Banyuanget, Desa Kedungbendo.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan pestisida alami.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari penyelenggara dan Kepala Dusun Banyuanget yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan pelatihan yang disampaikan oleh narasumber Zanuar Zacky S, dengan moderator Setia Budi P.
Sementara itu, Kepala Dusun Banyuanget, Sukiman, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menghimbau warganya untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Manfaatnya untuk panjenengan piyambak. Monggo sosialisasi dan pelatihan ini dipun amati kanthi seksama,” tuturnya.
Ketua penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memberdayakan masyarakat secara mandiri.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pestisida alami, sekaligus memberikan pelatihan praktik pembuatannya agar dapat diterapkan secara mandiri, efektif, dan ekonomis dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujarnya.
Materi disampaikan secara runtut, dimulai dari latar belakang penggunaan pestisida alami, manfaatnya, alat dan bahan yang digunakan, hingga langkah-langkah pembuatannya. Dalam pemaparannya, Zanuar menekankan pentingnya beralih ke pestisida alami dengan menilik berbagai dampak negatif pestisida kimia.
“Penggunaan pestisida kimia dapat menimbulkan kerusakan tanah, resistensi hama, serta pencemaran lingkungan. Selain itu, pestisida kimia juga harus dibeli,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Miswan, menanyakan apakah pestisida alami tersebut dapat digunakan pada tanaman padi.
Menanggapi hal tersebut, Zanuar menyampaikan,
“Pestisida alami ini dapat digunakan untuk padi juga, bapak. Untuk pengaplikasiannya atau bisa digunakan untuk semua tanaman,” ungkapnya.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan pestisida alami. Kegiatan juga dilengkapi dengan penyerahan alat semprot secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengendalian hama yang ramah lingkungan.


Social Footer