Bandung—Ikon kebanggaan Jawa Barat, Gedung Sate, kini menyambut setiap pengunjungnya dengan wajah gerbang yang memukau. Setelah menjalani revitalisasi, pintu masuk kompleks perkantoran Gubernur Jawa Barat ini seolah-olah membawa suasana kembali ke masa lalu, menghadirkan nuansa estetika yang kental dengan warisan budaya lokal.
Perubahan paling mencolok terlihat pada gapura yang kini mengusung gaya arsitektur Candi Bentar, dihiasi dengan material terakota yang hangat. Sentuhan desain tradisional khas Tatar Sunda ini menggantikan bentuk pagar lama yang selama ini dikenal publik. Perpaduan antara bangunan utama Gedung Sate yang bercorak Indische Empire dengan gapura bercorak lokal ini menciptakan harmoni visual yang indah dan megah.
✨ Memperkuat Identitas Budaya
Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, revitalisasi ini adalah upaya untuk memperkuat identitas visual dan kekhasan budaya daerah. Gerbang yang baru ini bukan hanya struktur pelengkap, melainkan sebuah simbol yang tegas menonjolkan kearifan lokal. Pilar-pilar bata terakota yang tersusun rapi memberikan kesan kokoh, seakan-akan pengunjung sedang melangkah masuk ke halaman sebuah kerajaan bersejarah.
Meskipun sempat menimbulkan perdebatan publik, terutama terkait sinkronisasi dengan arsitektur kolonial Gedung Sate, para ahli cagar budaya dan arsitek meyakini bahwa desain baru ini selaras dengan visi awal arsitek Gedung Sate, J. Gerber, yang memang memasukkan elemen perpaduan budaya.
Revitalisasi ini juga tidak hanya menyentuh estetika, namun juga berfungsi untuk memperkuat infrastruktur pagar yang sempat mengalami kerusakan.
Kini, keindahan baru gerbang Gedung Sate menjadi daya tarik tersendiri. Matahari yang bersinar di Kota Kembang memantul indah di pilar-pilar terakota, menciptakan pemandangan yang memadukan keagungan masa kolonial dengan kekayaan budaya Sunda. Kawasan ini semakin terasa berwibawa dan kental dengan sejarah, menawarkan pengalaman yang berbeda bagi setiap masyarakat yang melintas.indo pers nasional .isep somantri


Social Footer