Breaking News

Diduga Lokasi Sumut Menjadi Sarang Oknum Driver Becak dengan Praktik Pungli dan Tarif Fantastis, Penumpang Resah


Medan, Sumatera Utara,
Kesaksian seorang driver ojek online Go-Jek berinisial A, pemilik nomor WhatsApp 0852******75 dan kendaraan bernopol BK 1483 A*V, menjadi sumber informasi yang dihimpun awak media terkait maraknya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum driver becak di beberapa titik Kota Medan.

Dalam keterangannya, driver ojol tersebut mengimbau para pendatang agar lebih waspada saat menggunakan jasa transportasi becak bermotor. 

Ia mengungkapkan bahwa para oknum driver becak diduga kerap mengincar penumpang yang bukan warga lokal, terutama pendatang atau penumpang dari luar daerah. Para korban disebut dipatok tarif tidak wajar, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp500.000, bahkan untuk jarak dekat.

> “Banyak penumpang pendatang yang jadi target dan diperas dengan berbagai cara. Tarifnya bisa sampai lima ratus ribu rupiah,” ujar driver A saat ditemui awak media di Medan, Jumat (14/11/2025).


Minim Penertiban, Publik Makin Resah
Hingga saat ini, tidak terlihat adanya tindakan penertiban tegas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Pemerintah Daerah, maupun aparat kepolisian setempat terhadap para oknum driver becak yang diduga melakukan praktik pungli dan memasang tarif semena-mena.

Pembiaran yang terjadi dinilai menjadi faktor utama meningkatnya keresahan masyarakat. Kondisi tersebut juga ikut disorot berbagai kalangan publik dan awak media online yang mendapati langsung keluhan dari penumpang.

Selain itu, tidak adanya pengawasan yang ketat dari unsur Dishub Medan, Pemerintah Kota, hingga Babinsa TNI AD setempat membuat praktik transportasi yang bandel terus merugikan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Laporan dan Respons Publik :
Liputan awak media berhasil merangkum berbagai keluhan dan kesaksian dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh praktik oknum driver becak tersebut. Banyak penumpang mengaku ketakutan dan memilih menghindari moda transportasi becak karena khawatir menjadi korban pungli.

Media akan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu langkah konkret dari pihak terkait untuk menjamin kenyamanan dan keamanan publik.
(H.R)

Type and hit Enter to search

Close