Indo pers,way Kanan
Terkait pengerjaan proyek ruas jalan simpang empat -kasui Way Kanan yang sempat dikeluhkan masyarakat, akhirnya rekanan yang melakukan pengerjaan buka suara.
Juansah Jaya, selaku rekanan pengerjaan proyek ruas jalan tersebut mengaku, jika pengerjaan proyek ini sesuai dengan ketentuan.
Sayangnya, pria yang akrab disapa Juan ini menyebutkan, jika dirinya tidak mau melayani konfirmasi wartawan yang belum Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
"Makanya kemarin waktu saya lagi di Semarang, saya dapat kabar katanya ada wartawan yang marah-marah, maka saya bilang dengan rekan2 di lapangan jangan layani, cukup terangkan saja secara teknis. Selain itu, kenapa saya tidak mau melayani, wartawannya UKW gak, saya takut saya salah," ketus Juan saat dikonfirmasi melalui telepon, yang didengarkan beberapa rekan-rekan media lainnya, Rabu (27/8/2025).
Ia seolah meragukan kapasitas wartawan yang belum melakukan UKW.
"Kalau wartawannya ga UKW, nanti salah persepsi," lanjutnya.
Selain itu, ia juga turut menjelaskan persentase pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 30 persen.
"Terkait Pengerjaan itu sesuai dengan ketentuan. Untuk persentase pengerjaan kan masih baru mulai, baru progres di 30 persen," kata Juan.
Terkait keluhan masyarakat sebelumnya, ia cukup senang dengan hadirnya masyarakat dalam pengawasan pengerjaan.
"Kalau terkait masyarakat yang ikut mengawasi, kita sangat senang. Dan saya dari awal pun, karena di lapangan kita ada juga pengawas, saya sampaikan agar masyarakat juga ikut serta mengawasi. Jadi ketika ada yang kurang tepat, silahkan tegur," paparnya.
Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat, guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengerjaan proyek jalan tersebut.
"Karena saya juga mau yang bagus dan terbaik, terlebih itu juga kampung halaman saya. Untuk pengawasan yang melibatkan APH, sesuai dengan Juknis, tidak ada," lanjut Juan.
Ia juga membenarkan, jika pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung telah melakukan pengecekkan.
"Jadi BMBK kemarin itu, Monev ke lokasi pekerjaan, mereka mengecek. Setelah dilihat di lokasi, mereka meminta agar ada bahu jalan, makanya kita minta Addendum karena di kegiatan total kita tidak ada. Jangan sampai kita pihak rekanan merasa dirugikan masalah waktu. Tapi akhirnya tetap kita penuhi," jelasnya.
Berharap agar masyarakat bisa terus ikut mengontrol pengerjaan proyek ruas jalan ini.
"Harapan saya mendapatkan hasil yang maksimal. Saya juga mendorong sekali apa yang menjadi program Pak Gubernur. Masyarakat juga sangat menginginkan jalan bagus, karena masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya. Maka saya sampaikan ke kawan-kawan yang ada di lapangan, masyarakat juga harus ikut mengontrol, karena saya tidak setiap saat. Jika ada yang kurang bagus, dibagusin," pungkasnya.(Tim/rmt)
Social Footer