Isu dugaan ketidakhadiran Kepala SDN 190 Burane, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar memicu sorotan. Koalisi LSM, Ormas Garda Satu, dan Insan Pers sebelumnya menyayangkan aktivitas kepala sekolah yang disebut jarang berada di sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala SDN 190 Burane akhirnya buka suara. Ia membantah tegas tudingan tersebut dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan.
“Saya tetap masuk dan menjalankan tugas sesuai aturan. Ketika ada kegiatan di luar seperti ke Dinas Pendidikan, rapat, atau urusan administrasi sekolah, itu juga bagian dari tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 7/9/2026.
Kepsek menjelaskan, agenda kedinasan memang membuat dirinya tidak selalu full berada di dalam kelas. Namun proses pengawasan pembelajaran tetap berjalan optimal.
“Pengawasan tetap saya lakukan melalui guru dan wali kelas. Semua program sekolah, administrasi, dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal,” jelasnya.
Ia pun mempersilakan siapa saja untuk melakukan pengecekan langsung.
“Tidak benar kalau saya jarang ke sekolah. Silakan tanya ke guru-guru dan pengurus komite. Bukti dan data absensi ada semua di sekolah,” tegasnya.
Terkait isu tersebut, salah satu orang tua siswa, Daeng Kulle, ikut angkat bicara. Ia mengaku kerap melihat kepala sekolah berada di lokasi saat mengantar dan menjemput anaknya.
“Saya selaku orang tua siswa menyatakan pemberitaan itu tidak benar. Pasalnya, setiap kali saya antar anak saya ke sekolah maupun saya jemput ketika pulang, Pak Kepsek selalu ada di sekolah,” ujar Daeng Kulle.


Social Footer