Breaking News

Hadir di Tengah Masyarakat, KKN Desa Palongan Universitas Wiraraja Bantu Proses Pascapanen Tembakau di Palongan


Bluto - Desa Palongan menjadi saksi semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Palongan turut membantu petani tembakau dalam proses pascapanen sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi dengan warga setempat.

Kegiatan yang berlangsung di area pengolahan tembakau milik warga tersebut berfokus pada proses pemotongan daun tembakau yang telah siap untuk dijemur. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam pengolahan tembakau karena berpengaruh terhadap kualitas hasil pengeringan sebelum tembakau dipasarkan. Mahasiswa bersama para petani bekerja secara langsung memotong dan menata daun tembakau pada tempat penjemuran agar proses pengeringan dapat berjalan dengan baik.

Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu meringankan pekerjaan petani yang sedang memasuki masa panen, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan dan memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat. Melalui interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dapat memahami kehidupan dan aktivitas pertanian masyarakat secara lebih dekat, sementara warga dapat merasakan kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari lingkungan mereka.

Salah satu petani tembakau mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu proses pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya aktif membantu, tetapi juga mampu berbaur dengan baik sehingga diterima secara positif oleh masyarakat Desa Palongan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi yang diberikan mahasiswa dalam mendukung proses pengolahan tembakau pada musim panen tahun ini.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Wiraraja menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja formal, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas keseharian warga. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta menumbuhkan nilai gotong royong dalam mendukung pembangunan desa.

(W: Halimatus Sa'diyah)

Type and hit Enter to search

Close