Palongan, Bluto – Bukan sekadar menanam, budidaya jamur tiram mulai diperkenalkan sebagai peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Palongan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Melalui program unggulan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Wiraraja menggelar "edukasi dan pengenalan budidaya jamur tiram" pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 bertempat di Desa Palongan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan cara budidaya jamur tiram yang relatif sederhana sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai potensi jamur tiram sebagai komoditas yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Edukasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong pemanfaatan peluang ekonomi yang dapat dilakukan dari lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan budidaya jamur tiram, mulai dari pengenalan "baglog sebagai media tanam, proses penyimpanan, perawatan, pengaturan kelembapan, hingga proses pemanenan". Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan jamur dapat berlangsung dengan baik.
Tidak berhenti pada aspek teknis, kegiatan ini juga mengangkat potensi pengembangan jamur tiram menjadi produk bernilai ekonomi. Jamur yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun dikembangkan menjadi berbagai olahan, sehingga memiliki peluang untuk menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Pelaksanaan program ini melibatkan mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Palongan secara langsung. Interaksi dua arah selama kegiatan membuat proses edukasi berlangsung lebih menarik karena masyarakat dapat bertanya dan berdiskusi mengenai kendala maupun peluang budidaya jamur tiram di lingkungan mereka.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap budidaya jamur tiram tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Palongan untuk mengembangkan "usaha produktif berbasis potensi lokal". Dari sebuah baglog sederhana, terbuka peluang untuk menghadirkan sumber pangan sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
(W: Halimatus Sa'diyah)


Social Footer