Sumenep – Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik (HIMAPAP) Universitas Wiraraja menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk International Public Discussion dengan tema “The Legacy of Civilization: Dari Kearifan Lokal Menuju Destinasi Berkelas Dunia” pada Selasa, (28/07/26), bertempat di Graha Cemara dan disiarkan pula melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh 107 peserta, terdiri atas mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Wiraraja, dosen, tamu undangan, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wiraraja, Dr. Rillia Aisyah Haris, S.A.P., M.AP. Turut hadir sejumlah dosen FISIP Universitas Wiraraja, di antaranya Ida Syafriyani, S.Sos., M.Si.; Roos Yuliastina, S.I.Kom., M.Med.Kom.; Imam Hidayat, S.A.N., M.AP.; Anis Kurli, S.I.Kom., M.Med.Kom.; dan Syamsul Arifin, S.Sos., M.Sc., serta dosen dari STIA Lancang Kuning, yaitu Novelma Lastri, S.Sos., M.Si.; Dr. Variza Aditiya, S.Sos., M.Si.; dan Dwi Hartutik, S.Sos., M.Si.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional. Narasumber pertama, Prof. Madya Dr. Wan Nor Jazmina Binti Wan Arifin, Timbalan Dekan (Akademik & Siswazah) Fakulti Sains Sosial Gunaan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, memaparkan bagaimana kearifan lokal dan warisan budaya dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya destinasi wisata berkelas dunia. Ia menekankan bahwa warisan budaya kini tidak lagi dipandang sebatas benda atau bangunan bersejarah, melainkan juga mencakup tradisi, nilai, dan pengetahuan yang masih hidup di tengah masyarakat.
Narasumber kedua, Rizqina Ramadhaniah, S.M., M.A., Director of Tomsk State University Representative Office Indonesia sekaligus Doctoral Candidate di Tomsk State University, Rusia, membawakan materi bertajuk “University-Embedded: Learning from Tomsk”. Ia mengenalkan konsep university-embedded tourism, yaitu model pariwisata berkelanjutan yang menjadikan universitas sebagai pusat aktivitas wisata edukatif, sekaligus memaparkan peluang penerapan model tersebut di Sumenep, Madura, melalui pengembangan potensi seni budaya, wisata bahari, dan warisan Islam setempat.
Ketua Umum HIMAPAP Universitas Wiraraja, Rayhan Fuadzi, menyampaikan,
“Melalui kegiatan ini, HIMAPAP Universitas Wiraraja berharap dapat terus mendorong kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ilmu Administrasi Publik, sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang relevan dengan pelestarian warisan budaya dan pengembangan destinasi wisata berkelas dunia.”
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan perwakilan dari empat perguruan tinggi, yaitu HIMAPAP Universitas Wiraraja (Sumenep-Madura), STIA Lancang Kuning (Dumai, Riau), HSE University (Rusia), dan Universitas Al-Azhar (Kairo, Mesir). Setiap perwakilan berbagi perspektif mengenai kearifan lokal dan warisan budaya dari lingkungan masing-masing, mulai dari heritage Madura, warisan budaya Melayu Riau, diplomasi budaya dalam hubungan internasional, hingga peradaban Islam dan kearifan budaya Mesir.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan lancar, dengan dosen maupun mahasiswa yang aktif memberikan pertanyaan pada sesi kelas, serta diskusi yang atraktif antarpeserta pada sesi FGD. Kuliah Tamu ini menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan akademik, bertukar perspektif internasional, dan memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi.
(FM)


Social Footer