Sumenep, 21 Juli 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi bertema "Menciptakan Generasi Remaja Bebas Kekerasan Melalui Edukasi dan Penguatan Karakter" pada Selasa pagi, 21 Juli 2026, bertempat di MTsN 3 Sumenep. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MTsN 3 Sumenep sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan melalui edukasi dan pembentukan karakter yang positif.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia, khususnya yang melibatkan kalangan remaja. Melalui sosialisasi ini, BEM-KM FISIP berupaya memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bentuk-bentuk kekerasan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya menumbuhkan nilai-nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala MTsN 3 Sumenep, Bapak Didik Santoso, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, "Memutus rantai kekerasan pada remaja tidak bisa dilakukan hanya dengan hukuman, melainkan dengan menyalakan lentera edukasi di hati mereka. Kita perlu menanamkan empati agar mereka paham bahwa kekuatan sejati bukan saat berhasil menindas yang lemah, melainkan saat tangan mereka mampu merangkul dan mengangkat sesama menuju masa depan yang bermartabat."
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap sesi penyampaian materi, diskusi, hingga tanya jawab. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta berbagi pandangan mengenai berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Keaktifan peserta mencerminkan tingginya kepedulian mereka terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan ini, BEM-KM FISIP berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan kekerasan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang berani menolak segala bentuk kekerasan, menumbuhkan budaya saling menghormati, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih aman, damai, dan bermartabat.
(W: Halimatus Sa’diyah Indo Pers)


Social Footer