INDO. PERS. CO. ID
PURWAKARTA – Suasana ceria dan penuh gelak tawa mewarnai Desa Salam, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta pada Sabtu (13/6/2026). Ratusan warga berkumpul dan menyatu dalam tradisi kearifan lokal Sunda yang melekat erat di hati masyarakat, yaitu Ngagubyag Kolam (menangkap ikan bersama di dalam kolam tanpa alat).
Istimewanya, acara pesta rakyat ini digelar langsung di kediaman tokoh kebanggaan masyarakat, Om Zein, yang kini menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Sejak pagi hari, halaman sekitar kolam sudah dipadati oleh warga dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua tampak antusias mengenakan pakaian siap basah. Mereka tak sabar untuk segera menceburkan diri demi berburu berbagai jenis ikan, seperti mas, nila, dan mujaer.
Momen Kebersamaan Tanpa Sekat
Begitu aba-aba dimulai, keseruan pun pecah. Warga langsung melompat ke dalam kolam. Air kolam yang semula jernih seketika berubah menjadi keruh oleh riuhnya kepakan air dan tawa renyah warga yang saling berebut menangkap ikan dengan tangan kosong.
"Ini bukan soal seberapa banyak ikan yang didapat, tapi soal kebersamaan dan bahagianya bisa kumpul seperti ini. Jarang-jarang bisa seru-seruan bareng Pak Bupati di kolam," ujar salah seorang warga setempat sambil memamerkan ikan mas besar hasil tangkapannya.
Om Zein, Bupati Purwakarta, yang dikenal dekat dengan rakyat, tampak tersenyum sumringah melihat kebahagiaan warganya. Menurut beliau, kegiatan ngagubyag ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi luhur Jawa Barat.
Purwakarta Istimewa, Tradisi Tetap Terjaga
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Purwakarta kembali membuktikan jati dirinya sebagai daerah yang "Istimewa"—daerah yang modern namun tidak pernah melupakan akar budaya dan tradisi gotong royong masyarakatnya.
Acara pun ditutup dengan makan bersama hasil tangkapan ikan yang langsung dibakar di area sekitar kolam. Bau harum ikan bakar dan canda tawa warga yang mengalir hangat menjadi penutup yang manis di hari Sabtu yang cerah ini. Desa Salam hari ini benar-benar menjadi saksi betapa indahnya kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya./
Mustopa/


Social Footer