Garut,(Indo pers.co.id).-Gebyar seni Musik islami Karang taruna kecamatan Cibatu beserta pasar malam putra Priangan mempersembahkan Festival seni musik islami kabupaten Garut.Kolaburasi Menggabungkan konsep hiburan rakyat (pasar malam) dengan kegiatan religius (musik Islami) sebagai wahana syiar yang efektif.
Apdesi kecamatan Cibatu Tatan Asmara S.Hi,menyampaikan mengenai kesuksesan acara Qosidah dalam wahana pasar malam putra Priangan menyatakan acara di Alun-alun Cibatu ini sangat sukses dan meriah. Keberhasilan ini merupakan hasil gagasan dan kerja sama antara Karang Taruna dengan pihak pengelola pasar malam (Korsel putra Priangan) Kang Dadan.
Di Malam pembukaan yang sukses dan dipastikan akan ada acara yang lebih besar di masa depan. Karang Taruna berencana mengagendakan acara serupa di tingkat se- Priangan dalam memperebutkan Piala Bupati tandasnya.
Ajang ini bukan hanya peringatan PHBI atau PHBN.
Dari pihak pemerintah daerah (Forkopincam/Kabupaten Garut) Pemerintah diharapkan mendukung karena kegiatan ini positif. Namun, jika pemerintah tidak mendukung pun, penyelenggara tetap optimis karena masyarakat memberikan dukungan penuh.
Gebyar seni Qasidah di pasar malam putra Priangan di alun-alun kecamatan Cibatu,Depan halaman Mesjid Besar Cibatu (MBC). jumlah peserta terdapat puluhan peserta yang terbagi menjadi kategori junior dan senior/umum berjumlah 24 peserta.
Acara berlangsung selama dua hari, dimulai (5-6/06/2026). mulai penyisihan hingga babak semifinal dan final pada malam istimewa tersebut.
Karang Taruna kecamatan Cibatu Agus Mulyana S.Pd.i,menyampaikan ingin menjaring potensi generasi muda baru dalam syiar musik Islami agar terjadi regenerasi, di mana peserta junior saat ini diharapkan bisa menjadi pelatih di masa depan untuk mengharumkan nama Cibatu dan Garut.
Kolaborasi Unik Ini adalah pertama kalinya di Kecamatan Cibatu sebuah pasar malam (Pasar Malam Putra Priangan) bekerja sama dengan Karang Taruna untuk menyelenggarakan syiar musik Islami.
Animo Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut.
Penyelenggara menekankan semangat swadaya masyarakat dan kreativitas pemuda (Karang Taruna Cibatu/ APDESI) menjadi penggerak utama kesuksesan acara.
Momentum Peringatan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan. Keberlangsungan acara tidak bergantung sepenuhnya pada formalitas dukungan pemerintah, melainkan pada antusiasme masyarakat.Menggabungkan konsep hiburan rakyat (pasar malam) dengan kegiatan religius (musik Islami) sebagai wahana syiar yang efektif.pungkasnya
(Ayi Ahmad)


Social Footer