Breaking News

Harganas Ke-33 di Pakpak Bharat: Momentum Refleksi Membangun Keluarga Tangguh dan Generasi Pemenang


Indopers/  Pakpak Bharat –
 Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sukses menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Lapangan Napa Sengkut, Salak.

Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., bertindak membacakan pidato tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji. Melalui sambutannya, Menkopemkel mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk menjadikan peringatan Harganas sebagai ajang refleksi dan koreksi bersama demi mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan kuat.

"Hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua menengok kembali ke dalam rumah masing-masing. Memeriksa kembali pilar-pilar penyangga domestik kita, dan bertanya pada diri sendiri: sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" pesan Wihaji dalam amanat tertulisnya.

Sejarah di Balik Peringatan Harganas 29 Juni
Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni ternyata memiliki akar sejarah yang kuat dari dua peristiwa penting pasca-kemerdekaan Indonesia:

Kembalinya Para Pejuang (29 Juni 1949)
Setelah penarikan mundur pasukan Belanda dari Yogyakarta, para pejuang Tentara Republik Indonesia (TRI) akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka. Momen haru setelah sekian lama berpisah di medan perang ini menjadi simbol bersatunya kembali fondasi unit terkecil dalam masyarakat.

Tonggak Gerakan KB Nasional (29 Juni 1970)
Tanggal ini juga menandai puncak kristalisasi perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun keluarga yang lebih sehat dan sejahtera, yang diawali melalui peluncuran program Keluarga Berencana (KB) secara massal.( IP/ SP)
Indopers/  Pakpak Bharat –
 Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sukses menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Lapangan Napa Sengkut, Salak.

Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., bertindak membacakan pidato tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji. Melalui sambutannya, Menkopemkel mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk menjadikan peringatan Harganas sebagai ajang refleksi dan koreksi bersama demi mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan kuat.

"Hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua menengok kembali ke dalam rumah masing-masing. Memeriksa kembali pilar-pilar penyangga domestik kita, dan bertanya pada diri sendiri: sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" pesan Wihaji dalam amanat tertulisnya.

Sejarah di Balik Peringatan Harganas 29 Juni
Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni ternyata memiliki akar sejarah yang kuat dari dua peristiwa penting pasca-kemerdekaan Indonesia:

Kembalinya Para Pejuang (29 Juni 1949)
Setelah penarikan mundur pasukan Belanda dari Yogyakarta, para pejuang Tentara Republik Indonesia (TRI) akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka. Momen haru setelah sekian lama berpisah di medan perang ini menjadi simbol bersatunya kembali fondasi unit terkecil dalam masyarakat.

Tonggak Gerakan KB Nasional (29 Juni 1970)
Tanggal ini juga menandai puncak kristalisasi perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun keluarga yang lebih sehat dan sejahtera, yang diawali melalui peluncuran program Keluarga Berencana (KB) secara massal.( IP/ SP)

Type and hit Enter to search

Close