Sumenep — Ribuan jamaah, santri, alumni, serta masyarakat dari berbagai daerah memadati halaman Pondok Pesantren Mathaliul Anwar Pangarangan, Kabupaten Sumenep, dalam rangka peringatan tujuh hari wafatnya pengasuh pondok, KH. Moh. Said Abdullah, pada Selasa malam (16/6/2026). Suasana haru dan khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk almarhum ulama kharismatik tersebut.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil, dzikir, sholawat hingga doa bersama. Jamaah tampak memenuhi area pondok dan halaman sekitar lokasi acara. Kehadiran para pelayat menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap sosok KH. Said Abdullah yang dikenal istiqamah dalam dakwah dan pendidikan pesantren.
KH. Moh. Said Abdullah dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mathaliul Anwar Pangarangan Sumenep yang selama hidupnya aktif membina santri serta masyarakat. Beliau wafat pada Selasa (9/6/2026) dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren serta masyarakat luas.
Dalam kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren Mathaliul Anwar terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menitikberatkan pada pendalaman ilmu keagamaan, tetapi juga pembinaan akhlakul karimah serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Beliau senantiasa membuka diri untuk memberikan nasihat, arahan, serta bimbingan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Salah satu pengurus pondok, Ust. Moh. Khairul Musthafa, menyampaikan bahwa sosok KH. Said Abdullah merupakan figur ulama yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan serta keagamaan.
“Beliau adalah sosok guru sekaligus orang tua bagi kami semua. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan keluarga besar pesantren, tetapi juga masyarakat yang selama ini dekat dengan beliau. Semasa hidupnya, beliau selalu mengajarkan kesederhanaan, keikhlasan, dan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ust. Musthafa.
Ia juga berharap seluruh santri dan alumni dapat terus melanjutkan perjuangan serta nilai-nilai yang telah diwariskan oleh KH. Said Abdullah selama mengabdikan hidupnya di dunia pesantren dan dakwah Islam.
“Kami berharap doa-doa terbaik terus mengalir untuk beliau. Semoga seluruh ilmu, perjuangan, dan amal ibadah beliau diterima Allah SWT serta menjadi cahaya bagi generasi penerus yang melanjutkan perjuangan beliau,” tambahnya.
Peringatan tujuh hari wafatnya KH. Said Abdullah menjadi momen refleksi bagi para santri, alumni, dan masyarakat untuk mengenang sosok beliau yang dikenal penuh keteladanan, gigih dalam perjuangan, serta istiqamah mengabdikan diri demi kemajuan umat.
Warisan ilmu, akhlak, dan perjuangan KH. Said Abdullah diyakini akan terus hidup melalui para santri, alumni, dan masyarakat yang pernah merasakan bimbingan serta keteladanan beliau selama hidupnya.
(Wartawan: Fauzan Mutawaqil)


Social Footer