Breaking News

Antrean Mengular Sejak Magrib, Mesin SPBU Batuan Sumenep (Gedungan Barat) Alami Eror hingga Bubarkan Pembeli


SUMENEP – Insiden mengecewakan menimpa ratusan konsumen di SPBU 54.694.03 Batuan (Gedungan Barat) yang berlokasi di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan pada Senin (15/06/2026) malam. Mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di tempat tersebut mendadak mengalami gangguan teknis atau eror. Akibatnya, petugas terpaksa menghentikan operasional dan meminta para pembeli yang sudah mengantre lama untuk membubarkan diri.

Kondisi tidak kondusif ini bermula sejak waktu Magrib, saat gelombang kendaraan mulai memadati area pengisian secara drastis. Ratusan pengendara sepeda motor tampak mendominasi barisan tersendiri demi mendapatkan BBM jenis Pertalite. Di lajur terpisah, terlihat pula deretan kendaraan roda empat atau lebih seperti mobil pribadi, bus, serta armada angkutan umum lainnya yang ikut mengantre di area halaman SPBU.

Selain kendaraan umum, penumpukan massa juga diperparah oleh kehadiran warga lokal yang membawa jerigen berukuran besar. Mereka sengaja mengantre demi menyetok bensin untuk diperjualbelikan kembali di toko kelontong masing-masing. Kehadiran para pengecer ini menjadi salah satu pemicu panjangnya barisan di area pengisian BBM.

Untuk legalitas pengisian, sejumlah warga terlihat melampirkan surat izin rekomendasi resmi dari kepala desa setempat. Surat tersebut dibawa sebagai syarat wajib agar diizinkan membeli BBM menggunakan jerigen. Berdasarkan aturan yang berlaku di lokasi tersebut, pembelian menggunakan jerigen ini dibatasi dengan kuota maksimal 25 liter per hari untuk setiap orang.

Diduga karena beban pelayanan yang terlalu tinggi dan terus-menerus memproses transaksi, sistem komputerisasi pada mesin pompa SPBU akhirnya mengalami eror. Tepat pada pukul 19.47 WIB, petugas SPBU secara resmi mengumumkan kerusakan tersebut. Petugas kemudian menginstruksikan kepada seluruh pembeli yang berada di barisan belakang untuk segera pulang karena mesin tidak dapat dipaksakan beroperasi.

Mendengar pengumuman mendadak tersebut, sebagian besar pengunjung yang merasa kecewa perlahan mulai membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, terpantau beberapa pengendara dan warga pemilik jerigen masih memilih bertahan di sekitar area SPBU. Mereka tetap menunggu dengan harapan mesin pompa bisa segera diperbaiki oleh teknisi agar mereka tidak pulang dengan tangan kosong.

(Halimatus Sa’diyah)

Type and hit Enter to search

Close