Breaking News

Pengecer BBM Ditangkap Polres Waykanan, Iparia Rahmat , Wakil Ketua Dua DPD Bara JP Lampung Angkat Bicara


Waykanan,indopers,-Menyikapi pengecer BBM yang ditangkap Polres Waykanan saya iparia Rahmat selaku wakil ketua dua DPD Bara JP Lampung  meminta agar  Anggota DPRD Waykanan dan dinas Indak kabupaten Waykanan   Segera bentuk tim pansus  tentang kelangkaan minyak pertalit dikiyos kiyos buwat warga pelosok yang sulit terjangkau dari pom bensin dan pertasop dikarenakan jika tidak ada pengecer minyak didesa desa dampak nya ke anak sekolah ,para petani dan warga perkampungan.

Jika pihak polres waykanan dan Polsek Pakuan ratu memang Profesional segera  tangkap juga pelaku  sipengesup BBM tersebut kenapa sudah satu pekan belum juga ditangkap. Jangan Polri tebang pilih dalam kasus BBM, jangan warga kecil ditangkap dan Justru Mafia BBM sesungguhnya dilindungi," Imbuh iparia Rahmat kepada awak   media  Jumat 15:mei 2026.

Diketahui sebelumnya bahwa Penangkapan yang dilakukan polisi terhadap pengecer pertalite di Pakuan ratu way kanan Lampung semakin viral ditambah dugaan permintaan uang yang menggunakan sandi 5 dan 0 oleh oknum Polsek Pakuan Ratu terhadap ibu Supiah pada Sabtu malam 9 mei 2026 di Polsek Pakuan Ratu.

Ibu supiyah yang di wakilkan kuasa hukumnya advokat Riko Ernanndo SH melaporkan dugaan permintaan uang yang dilakukan oknum Polsek Pakuan ratu ke Bid Propam Polda Lampung pada 11 mei 2026.

Ya hari ini team Paminal Propam Polda Lampung datang ke Pakuan Ratu sekitar pukul 13.00 wib. Team Paminal datang untuk memeriksa Ibu Supiah dan para oknum Polsek Pakuan Ratu, "Jelas Riko Ernanndo Rabi 13 mei 2026.

Saya merasa heran dengan beredarnya vidio Kapolres Waykanan yang berisi pernyataan kapolres Way Kanan Akbo Didik Kurnianto bahwa anggotanya tidak ada bahasa Meminta uang 50 juta, Padahal Paminal Polda Lampung belum selesai periksa Oknum Polsek Pakuan ratu.

Pak Kapolres perlu diketahui bahwa terduga oknum Polsek Pakuan yang meminta uang sebesar 50 juta bukan melalui suara atau perkataannya, namun oknum tersebut menggunakan sandi Dengan jari tangannya yang menunjukkan 5 dan 0 yang lalu dijawab ibu Supiah 50 juta pak ?.

Hal Itu terbukti dengan adanya Rekaman suara dari handphone dan akan sangat jelas jika bapak Kapolres danPaminal Polda Lampung mendengarkan isi rekaman itu dari awal dimana ada upaya perundingan oleh oknum ke ibu Supiah, dan seharusnya Bapak Kapolres segera mengamankan rekaman cctv di polsek pakuan ratu.

Saya selaku pendamping hukum Ibu Supiah merasa heran dan Aneh, karena Paminal Polda Lampung belum saja selesai Periksa Oknum Polsek Pakuan Ratu, namun justru vidio pernyataan bapak sudah beredar ditiktok @Ferdiansyah58563. Yang perlu diketahui Polri bahwa  vidio tiktok viral itu banyak sekali dikomentari para netizen yang berisikan dukungan dan lebih percaya kepada ibu Supiah dari pada Oknum Polri. "Jelas Riko.

Kami berharap Polri jangan tebang pilih dalam penindakan  BBM ilegal, dan kami harapkan Propam Polda Lampung yang sebagai benteng terakhir masyarakat untuk mendapatkan keadilan agar mendalami kasus dugaan permintaan uang 50 juta oleh oknum Polsek Pakuan Ratu, dengan perhatian secara jeli bahasa dalam bukti rekaman suara bahkan Jika diperlukan datangkan  Poligraf (Lie Detector)  Alat untuk penguji kejujuran yang digunakan Polri." Pungkasnya.( Sam )

Type and hit Enter to search

Close