Jakarta,
Seorang penumpang jasa transportasi online mengeluhkan dugaan sikap tidak kooperatif yang dilakukan oleh oknum driver ojek online berinisial RA setelah adanya barang milik penumpang yang tertinggal usai perjalanan di wilayah Jakarta Selatan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh penumpang berinisial S kepada awak media. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis siang, 7 Mei 2026, di kawasan Jakarta Selatan.
Penumpang mengaku telah berupaya menghubungi driver terkait barang berkas miliknya yang tertinggal, namun komunikasi disebut tidak mendapat respons yang baik.
Menurut penuturan penumpang, upaya komunikasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon diduga diabaikan oleh oknum driver tersebut, sehingga menimbulkan rasa kecewa dan kerugian bagi pihak penumpang.
Pihak penumpang berinisial S menyatakan akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan penyedia layanan transportasi online terkait dugaan pelayanan yang dianggap tidak profesional dan tidak memberikan kenyamanan kepada konsumen.
“Saya berharap ada pertanggungjawaban yang jelas terkait barang milik saya yang tertinggal dan komunikasi yang tidak direspons,” ujar penumpang kepada awak media.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut pelayanan publik dalam sektor transportasi online yang seharusnya mengedepankan profesionalisme, keamanan, dan komunikasi yang baik terhadap pelanggan.
Dampak terhadap Kepercayaan Konsumen
Pengamat pelayanan publik menilai, apabila keluhan pelanggan tidak ditangani dengan cepat dan tepat, hal tersebut dapat berdampak terhadap citra perusahaan serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi online.
Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain:
Menurunnya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas pelayanan.
Timbulnya citra negatif perusahaan akibat keluhan yang viral di media sosial.
Potensi penurunan loyalitas pelanggan karena dianggap tidak mendapatkan perlindungan pelayanan yang memadai.
Kerugian waktu dan psikologis bagi konsumen yang merasa diabaikan.
Selain itu, perilaku driver yang dinilai tidak kooperatif juga berpotensi memengaruhi performa akun mitra, termasuk penurunan rating hingga kemungkinan sanksi internal apabila terbukti melanggar ketentuan perusahaan.
Langkah yang Dapat Dilakukan Penumpang
Dalam situasi barang tertinggal di kendaraan transportasi online, penumpang disarankan untuk segera:
1).Melapor melalui fitur bantuan di aplikasi.
2).Menghubungi layanan pelanggan resmi perusahaan.
3).Menyimpan bukti percakapan, tangkapan layar, maupun data perjalanan.
4).Memberikan ulasan secara objektif sesuai pengalaman pelayanan.
Membuat laporan kepada pihak berwajib apabila terdapat dugaan unsur pidana.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut laporan tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan transportasi online dan pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai kode etik jurnalistik.
(H.R)


Social Footer