Jakarta,
Keluarga korban pembunuhan almarhum J. Sinaga menyoroti perkembangan penanganan perkara yang dinilai belum menunjukkan kejelasan sejak Januari 2026 hingga memasuki Mei 2026.
Pihak keluarga bersama penasihat hukum menyampaikan harapan agar proses penanganan perkara dapat segera dituntaskan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut keterangan penasihat hukum keluarga korban, Jauli Manalu, S.H., selaku Ketua DPN LBH LPPAS, pihaknya masih menunggu perkembangan lanjutan terkait laporan perkara pembunuhan J. Sinaga yang terjadi di wilayah Simalungun, Sumatera Utara.
Dalam keterangannya kepada awak media melalui komunikasi telepon dan pesan singkat, Jauli Manalu, S.H. menyampaikan bahwa pihak keluarga berharap adanya perhatian dan tindak lanjut terhadap laporan yang telah disampaikan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk kepada anggota Komisi III DPR RI, Dr. Novri Sinaga, S.H., M.H.
“Kami berharap penanganan perkara ini dapat berjalan secara maksimal dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban,” ujar Jauli Manalu, S.H.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi bersama tim DPN LBH LPPAS di Jakarta menjelang Hari Raya Idul adha 2026 sebagai bentuk perhatian terhadap proses penanganan perkara tersebut.
Sementara itu, awak media telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Dr. Novri Sinaga, S.H., M.H. terkait harapan keluarga korban atas perkembangan laporan perkara dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi terkait substansi penanganan perkara tersebut.
Pihak penasihat hukum keluarga korban juga menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan jajaran aparat penegak hukum di wilayah Polrestabes Medan dan polres Simalunggung disebut masih berjalan dengan baik.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut serta memberikan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
(H.R)


Social Footer