Breaking News

Lansia 76 Tahun Keluhkan Sulitnya Mendapat Pelayanan Rumah Sakit, Keluarga Soroti Respons RSUD Jatisari


Karawang . Indo pers. Co.id. Keluarga seorang pasien lanjut usia (lansia) berusia 76 tahun mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan saat berupaya mencari penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Karawang, Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, pasien awalnya dibawa ke RS Izza yang beralamat di Jalan Cikampek–Parakan. Namun setibanya di rumah sakit tersebut, keluarga mendapat informasi bahwa seluruh kamar perawatan sedang penuh.

Meski tidak dapat menerima pasien untuk rawat inap, pihak RS Izza dinilai tetap memberikan pelayanan yang baik dan humanis kepada keluarga pasien.

"Kami diberi penjelasan dengan baik. Dari pihak rumah sakit juga mengarahkan kami ke rumah sakit lain yang masih memungkinkan menerima pasien, yaitu RSUD Jatisari atau RS Siloam," ungkap salah seorang anggota keluarga pasien.

Berbekal arahan tersebut, keluarga kemudian memutuskan membawa pasien ke RSUD Jatisari dengan harapan mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Namun menurut keluarga, sesampainya di RSUD Jatisari mereka justru merasa kecewa dengan respons awal yang diterima.

"Kami datang membawa orang tua yang sudah lanjut usia dan membutuhkan pertolongan. Tetapi menurut yang kami rasakan, tidak ada petugas yang langsung sigap memberikan bantuan atau melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien," ujar keluarga.

Keluarga mengaku mendapat informasi bahwa ruang perawatan sedang penuh. Namun yang menjadi pertanyaan mereka bukan semata soal ketersediaan kamar, melainkan pelayanan darurat dan asesmen awal terhadap kondisi pasien.

"Kalau memang kamar penuh kami bisa memahami. Tetapi setidaknya pasien diperiksa dulu, diberikan pelayanan awal atau tindakan darurat sesuai kondisinya. Jangan sampai keluarga merasa diabaikan saat datang mencari pertolongan," tambahnya.

Muncul Pertanyaan Publik

Peristiwa tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai standar pelayanan kesehatan terhadap pasien, khususnya pasien lanjut usia yang membutuhkan penanganan segera.

Masyarakat menilai bahwa keterbatasan ruang rawat inap seharusnya tidak menghilangkan kewajiban tenaga kesehatan untuk melakukan asesmen awal terhadap pasien yang datang ke fasilitas kesehatan.

"Kami datang untuk berobat dan mencari pertolongan medis. Harapan kami tentu ada pelayanan dan kepastian mengenai kondisi pasien," ungkap keluarga.

Humas RSUD Jatisari Berikan Klarifikasi

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, pihak Humas RSUD Jatisari memberikan klarifikasi bahwa kondisi yang terjadi bukanlah penolakan pasien.

Menurut pihak rumah sakit, apabila ruang rawat inap penuh, pasien tetap dapat memperoleh pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sambil menunggu ketersediaan tempat atau dirujuk ke rumah sakit lain yang masih memiliki kapasitas.

Pihak rumah sakit juga menyebut kemungkinan adanya miskomunikasi antara keluarga pasien dan petugas di lapangan terkait penyampaian informasi mengenai keterbatasan tempat tidur.

Selain itu, manajemen RSUD Jatisari menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengetahui kronologi kejadian secara utuh.

Perlu Evaluasi Pelayanan

Kasus ini menjadi perhatian publik karena pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang dijamin oleh undang-undang. Keluarga pasien berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh fasilitas kesehatan agar pelayanan terhadap pasien, khususnya lansia dan pasien yang membutuhkan pertolongan segera, dapat dilakukan secara lebih responsif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga masih berharap adanya penjelasan lebih lanjut terkait pelayanan yang diterima pasien saat tiba di RSUD Jatisari, sementara pihak rumah sakit menyatakan akan melakukan penelusuran internal atas kejadian tersebut.narasuber.. (Aryadi)

Type and hit Enter to search

Close