Kab. Bandung, Indopers
Kepala Desa Lagadar, Asep Jaelani, SH., Kecamatan Margaasih Kab. Bandung memberikan apresiasi kepada warganya atas kepedulian dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan desa.
Apresiasi tersebut disampaikan saat dikonfirmasi media Indopers di ruang kerjanya, terkait berita yang berseliweran di Medsos (Tiktok).
"Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dengan adanya kabar tersebut, karena itu merupakan kepedulian warga terhadap lingkungannya. Dan ini patut kita banggakan, karena ini menunjukkan kesadaran bersama bahwa lingkungan harus dijaga kelestariannya.” Ujar Kades
Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan. Dengan adanya hal tersebut, Pemerintah Desa Lagadar mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat dan media sosial yang telah berperan aktif dalam melaporkan kondisi terkini di wilayah kami.
Kami memandang transparansi informasi ini sebagai wujud nyata di wilayah tingkat desa. Masukan dari warga adalah elemen penting bagi kami dalam menjalankan fungsi pengawasan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Kami telah menyimak dan menindaklanjuti arahan dari Bapak Gubernur Jawa Barat (KDM)/Bapak Dedi Mulyadi) terkait penertiban aktivitas yang berpotensi melanggar aturan. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hierarki pemerintahan.
Saat berita berseliweran di medsos, Pemdes Lagadar segera melakukan koordinasi intensif dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat serta Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memverifikasi secara valid status perizinan, legalitas, serta kesesuaian aktivitas tersebut dengan regulasi pertambangan yang berlaku.
Kades Lagadar mengatakan, Salah satu prioritas utama tugas Pemerintah Desa adalah perlindungan warga melalui mitigasi bencana alam. Kami menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Oleh karen itu, kami berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas segala aktivitas yang secara teknis terbukti membahayakan keselamatan warga, terutama di area yang memiliki kerawanan terhadap bencana longsor dan kerusakan ekosistem. Ungkap Kades.
Lanjut Kades, sebagai langkah kongkriet, Pemerintah Desa Lagadar melaksanakan tindakan terukur diantaranya Mengirimkan tim pemantau ke lokasi pengerukan/galian C, berkomunikasi secara aktif dengan Camat Margaasih serta unsur TNI/POLRI (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) guna memastikan situasi tetap kondusif dan tertib, serta melakukan pemanggilan kepada pihak pengelola/swasta untuk menunjukan dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL) juga izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sah dari Instansi berwenang. Ujarnya.
Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan tindakan di luar jalur hukum. Segala aspirasi, kekhawatiran, maupun bukti dampak lingkungan dapat disampaikan secara resmi melalui Kantor Desa Lagadar untuk kami teruskan kepada instansi yang memiliki wewenang lebih tinggi. Papar Kades
Pemerintah Desa Lagadar senantiasa mendukung iklim investasi yang sehat, namun kami tidak akan mentolelir aktivitas ilegal yang mengabaikan aspek keselamatan publik dan kelestarian alam. kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan melaporkannya secara berkala kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ujar Kades saat mengakhiri Perbincangannya dengan Indopers.
Sementara itu, Warga setempat menyambut baik apresiasi tersebut dan berharap kegiatan peduli lingkungan dapat terus dilakukan secara rutin. “Dengan kebersamaan, desa kita bisa menjadi contoh desa yang peduli lingkungan,” ujar salah satu warga.(TIM)


Social Footer