Breaking News

SPPG TANGGUMONG 004 DISOROT, DI DUGA MEMBAGIKAN MASAKAN BASI



SAMPANG indopers news 18 april 2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 di Kabupaten Sampang mendadak menjadi sorotan tajam setelah warga Kelurahan Tanggumong menerima paket makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi, Kamis (16/4). Temuan ini memicu kekhawatiran serius terkait kualitas distribusi bantuan yang seharusnya menjamin asupan gizi masyarakat, Sabtu (18/4/2026).


Keluhan muncul bukan dari satu dua orang, melainkan dari sejumlah penerima manfaat yang mengaku mengalami kondisi serupa. Dugaan makanan basi ini pun mengarah langsung pada distribusi melalui SPPG Tanggumong 004 yang kini menjadi perhatian publik.


Berdasarkan temuan di lapangan, paket B3 yang dibagikan dilaporkan mengeluarkan aroma menyengat, terutama pada menu kuah rawon yang seharusnya menjadi sumber protein utama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang standar kelayakan makanan sebelum didistribusikan.


Isi paket tersebut terdiri dari satu potong tahu, beberapa irisan kecil daging, sayur manisa, serta satu buah jeruk. Namun komposisi itu menjadi tidak berarti ketika kualitasnya diduga sudah menurun drastis saat diterima warga.


“Baunya sudah tidak enak, tidak berani dimakan. Ini bukan saya saja, banyak yang mengeluhkan hal yang sama,” ujar salah satu penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Waktu distribusi turut memperparah situasi. Paket makanan baru diterima warga sekitar pukul 15.00 hingga 15.30 WIB—jauh dari waktu ideal untuk konsumsi makanan siap saji, terutama yang berbahan dasar kuah.


Keterlambatan ini dinilai sangat berisiko. Tanpa sistem penyimpanan yang memadai, makanan berkuah seperti rawon sangat rentan mengalami pembusukan dalam hitungan jam, apalagi di tengah suhu lingkungan yang tinggi.


Sejumlah warga menilai kejadian ini bukan sekadar insiden teknis, melainkan indikasi adanya celah serius dalam sistem distribusi dan pengawasan mutu. Jika dibiarkan, program yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi membahayakan.


Kecurigaan pun mengarah pada lemahnya kontrol kualitas di tingkat pelaksana. SPPG Tanggumong 004 kini dituntut memberikan penjelasan terbuka atas dugaan kelalaian yang berdampak langsung pada masyarakat.


Upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sampang telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan, menambah tanda tanya besar di tengah polemik yang berkembang.


Minimnya respons dari pihak terkait justru memperkeruh situasi. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk meredam keresahan publik yang semakin meluas.


Warga berharap ada evaluasi total terhadap sistem distribusi MBG, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian, agar kejadian serupa tidak terulang.


Hingga saat ini, redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan langkah tindak lanjut atas dugaan serius ini. Kasus ini menjadi ujian nyata bagi kredibilitas program bantuan pangan di tingkat daerah. 

Berikut berita ini kami rangkum dari redaksi kami sampai berita ini kami angkat.
Penulis: andi prayitno

Type and hit Enter to search

Close