MERAK, BANTEN,
Sejumlah wartawan dari media online dan cetak menyampaikan kekecewaan terhadap bentuk apresiasi yang diberikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak usai peliputan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kekecewaan muncul setelah para jurnalis yang bertugas selama periode 13 hingga 29 Maret 2026 hanya menerima uang apresiasi sebesar Rp150.000 per orang.
Mereka menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional dan intensitas kerja selama hampir dua pekan di lapangan.
Sebelumnya, undangan liputan resmi disampaikan oleh pihak humas ASDP Merak secara daring.
Wartawan diminta mendaftarkan diri dan mengambil kartu identitas liputan di kawasan Pelabuhan Merak sebelum kegiatan dimulai.
Selama periode peliputan, jurnalis memantau arus mudik dari Pelabuhan Merak sertadari Pelabuhan Bakauheni.
Kegiatan sempat dihentikan pada 21–22 Maret bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, sebelum dilanjutkan kembali hingga 29 Maret 2026.
“Selama hampir dua minggu kami bekerja dan memproduksi berita setiap hari.
Apresiasi Rp150 ribu tentu tidak menutupi biaya transportasi dan kebutuhan di lapangan,” ujar salah satu wartawan yang terlibat.
Sejumlah jurnalis juga menyoroti tingginya beban kerja selama Ramadan dan Lebaran, serta pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi penyeberangan Jawa–Sumatera.
Mereka berharap ke depan terdapat standar apresiasi yang lebih layak dan transparan dalam kerja sama antara perusahaan dan insan pers.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan.
(H.R)


Social Footer