PURWAKARTA- INDOPERS,co,id // Antrean panjang armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta di jalur Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Cikolotok kian mengkhawatirkan. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi wilayah Kampung Mekarjaya, RT 10/RW, 05 Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (16/04/2026)
Krisis operasional ini dilaporkan telah berlangsung sejak awal November 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kemacetan panjang armada sampah disebabkan oleh kerusakan fatal pada sarana pendukung di lokasi pembuangan.
Kerusakan Alat Berat Jadi Pemicu
Dari total empat unit alat berat (ekskavator) yang biasa digunakan untuk membongkar muatan sampah, tiga di antaranya dilaporkan rusak. Saat ini, hanya tersisa satu unit alat berat yang beroperasi, sehingga memicu penumpukan antrean truk setiap harinya.
Seorang sopir truk sampah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan dampak signifikan dari kendala teknis tersebut. Ia mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan hingga malam hari, hanya untuk mendapatkan giliran bongkar muat.
"Biasanya kami bisa dua kali angkut dalam sehari, sekarang satu kali saja sudah syukur karena antreannya luar biasa panjang," keluhnya.
Dampak Ekonomi dan Kesehatan Warga
Kondisi ini memicu protes keras dari warga setempat. Opi, salah satu pemilik bengkel yang terdampak langsung, menyatakan keberatan atas parkirnya truk-truk sampah tepat di depan tempat usahanya. Selain mematikan mata pencaharian karena pelanggan enggan mampir, aroma busuk yang menyengat mulai mengganggu kesehatan.
"Semenjak mobil sampah parkir di depan bengkel, konsumen jarang datang. Selain itu, baunya sangat menyengat sampai membuat sesak napas," ujar Opi kepada awak media.
Ia juga menyoroti adanya cairan lindi (limbah cair sampah) berwarna cokelat kehitaman yang menetes dari bak truk ke jalan raya. Cairan tersebut tidak hanya menimbulkan bau busuk yang permanen di area tersebut, tetapi juga dikhawatirkan mengancam kesehatan anak-anak dan warga sekitar.
Ancam Lakukan Audiensi
Mewakili keresahan warga, Opi mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera mengambil langkah konkret. Warga menuntut perbaikan alat berat agar arus pembuangan sampah kembali normal.
"Jika tidak segera ada tindakan, kami warga setempat akan melakukan audiensi ke kantor desa untuk menuntut solusi," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun Dinas Lingkungan Hidup terkait langkah perbaikan atau solusi jangka pendek untuk mengatasi antrean tersebut.
( AS/tim)


Social Footer