Merak,
Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni kembali menjadi sorotan.
Kali ini, muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh seorang oknum terhadap penumpang di atas Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi.
Berdasarkan pantauan awak media, aktivitas tersebut terjadi di area dek atas kapal ferry penumpang.
Oknum yang diduga melakukan pungli tersebut terlihat berinteraksi langsung dengan penumpang dan meminta sejumlah uang dengan dalih sukarela.
Adapun ciri-ciri oknum tersebut antara lain:
Menggunakan kaos
Diperkirakan berusia sekitar 14 tahun
Tidak memakai alas kaki
Mengenakan celana pendek
Tinggi badan sekitar 150 cm
Berjenis kelamin laki-laki
Diduga tidak memiliki identitas diri
Berat badan sekitar 45 kg
Menurut keterangan yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, oknum tersebut meminta uang kepada penumpang dengan alasan ingin membeli kopi.
Ia bahkan sempat menyampaikan kalimat yang mengarah pada ancaman emosional, yakni menyebut “untuk rasa pencebur diri ke laut” apabila tidak diberi uang.
Dari hasil pengamatan, sejumlah penumpang memberikan uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000.
Dalam satu hari, oknum tersebut diperkirakan dapat mengumpulkan uang antara Rp50.000 hingga Rp100.000.
Praktik seperti ini dinilai meresahkan penumpang, terlebih tidak terlihat adanya tindakan tegas dari pihak petugas kapal KMP Batumandi.
Kondisi ini memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang.
Secara umum, praktik pungutan liar di lingkungan pelabuhan maupun kapal memiliki dampak yang merugikan, antara lain:
Kerugian finansial bagi penumpang
Potensi penipuan
Ketidakpastian dan keterlambatan perjalanan
Menurunnya kenyamanan dan rasa aman
Rusaknya citra layanan transportasi publik
Penumpang berharap adanya peningkatan pengawasan serta tindakan tegas dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang, terutama bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman di wilayah Sumatera.
(H.R)


Social Footer