Breaking News

Hari Tani Nasional, GMNI Pacitan Desak Pemkab Jaga Harga Panen Petani


PACITAN — Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 24 September 2025, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan mendesak Pemerintah Kabupaten Pacitan segera mengambil kebijakan nyata untuk menjaga kestabilan harga panen para petani.

Ketua DPC GMNI Pacitan, Febri Firdiansyah, menegaskan bahwa HTN  dijadikan momentum evaluasi dan komitmen nyata pemerintah daerah untuk memastikan petani bisa hidup layak.

> “Hari Tani Nasional lahir dari semangat reforma agraria 1960. Namun apa gunanya kita memperingati hari ini, jika petani masih menjual gabah di bawah harga pokok produksi? Pemkab Pacitan harus turun tangan untuk memastikan harga panen tidak merugikan petani,” ujar Febri.



GMNI Pacitan menilai fluktuasi harga gabah dan jagung di Pacitan membuat petani kian sulit menutup ongkos produksi. Bukannya menikmati hasil panen, banyak petani justru mengalami kerugian akibat harga jatuh saat musim panen raya.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI Pacitan mendorong pemerintah daerah untuk:

1.Menyusun mekanisme perlindungan harga melalui pembelian gabah oleh pemerintah saat harga turun.

2.Menyediakan gudang penyangga dan fasilitas penyimpanan supaya petani tidak terpaksa menjual murah.

3.Mengawasi praktik tengkulak yang merugikan petani.

4.Melibatkan DPRD Pacitan untuk memastikan ada anggaran menjaga harga komoditas utama.


> “Kedaulatan pangan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi memastikan petani menerima harga yang adil. Jika harga terus jatuh, petani akan meninggalkan lahannya dan krisis pangan akan jadi ancaman nyata di Pacitan,” kata Febri.



Sebagai organisasi yang berideologi Marhaenisme, GMNI Pacitan berkomitmen terus mengawal isu agraria dan memperjuangkan nasib petani di daerah.

> “HTN harus menjadi pengingat serius bagi pemerintah daerah. Tanpa langkah konkret melindungi harga panen, petani Pacitan akan terus terjebak dalam kemiskinan di tanahnya sendiri,” tutup Febri.

Type and hit Enter to search

Close